TOKO GRANIT TILE & TOKO BAHAN BANGUNAN BANJARMASIN
- Artikel | 11 August 2022
Untuk urusan pemilihan material bangunan pada lantai maupun dinding rumah, mungkin kamu kerap terjebak pada pilihan keramik atau granit.
Meski sama-sama digunakan untuk melapisi permukaan lantai atau dinding bangunan, baik keramik maupun granit, memiliki perbedaan mencolok. Untuk itu, penting untuk mengetahuinya sebelum membeli.
Lantai jadi salah satu pembentuk rumah yang dapat membangun tampilan dan suasana tertentu pasa sebuah ruangan. Kesan mewah dan bersih, contohnya. Suasana tersebut dapat dibangun dari sebuah lantai.
Bagi kamu yang tinggal di daerah iklim tropis, suasana sejuk di rumah tentunya menjadi dambaan. Selain melalui pengaturan cahaya, jendela, dan penggunaan alat penyejuk, material lantai juga memiliki peran untuk menyejukkan rumah. Material granit salah satunya.
Granit memiliki pori-pori yang lebih rapat sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air atau kotoran. Granit yang kokoh juga memiliki sifat dingin. Saat ini telah tersedia granit buatan dengan motif yang beraneka ragam dengan harga yang lebih murah.
Memasang granit buatan tidak lebih sulit dibandingkan memasang ubin keramik biasa, dan jauh lebih mudah ketimbang memasang granit atau marmer alam yang butuh perlakuan khusus sebelum dipasang.
Sebelum pemasangan, ubin ini tidak perlu direndam dalam air—ritual yang biasa dilakukan tukang sebelum memasang ubin lantai keramik.
Kesalahan yang umum dilakukan orang adalah tidak menyediakan nat untuk granit buatan ini. Karena pinggirnya seolah rata, jadi banyak yang berpikir bahwa ubin ini bagus dipasang tanpa nat. Homogeneous tile tetap butuh nat, karena walaupun kecil (0,02 mm) tetap ada toleransi presisi yang akan membuat pemasangan tidak bisa benar-benar rata.
Lebar nat yang disarankan adalah 2 mm, diukur dari badan ke badan ubin, bukan dari bevel-nya. Nat ini lebih baik berupa grouting khusus yang banyak tersedia di pasaran. Bila semen putih yang akan digunakan sebagai pengisi nat, campurlah semen putih dengan polymer agar daya rekatnya lebih kuat.
Popping merupakan kondisi meledaknya lantai ubin karena beberapa faktor. Kondisi ini bahkan bisa dijumpai pada rumah yang baru dibangun. Penyebab utama popping adalah porousitas bahan, kesalahan pemasangan, dan pergerakan bangunan. Untuk mengantisipasinya, pada setiap ruang disediakan expansion joint, yaitu celah yang dapat menampung pergeseran ubin akibat muai susut atau pergerakan bangunan.
Celah selebar sekitar 1 cm ini diisi bahan yang fleksibel seperti karet, silikon, atau styrofoam. Agar tidak mengganggu “pemandangan”, expansion joint ini umumnya dipasang pada pertemuan dinding dan lantai. Bisa juga celah ini dikamuflasekan pada peralihan warna lantai atau di antara 2 kolom.
Agar hasilnya rapi, simak langkah-langkah pemasangan homogeneous tile berikut ini.
artikel blog arsimetris djaja lainnya